Senin, 25 September 2017

Sejarah namaku

Hi, Guys??? how are you???
[Ceiilleeehhh pake bahasa Inggris segala]

Jumpa sama aku disini. Sekarang mau cerita sejarah namaku yang begitu fenomenal di kalangan teman-temanku. Emang siapa sih namaku? Tapi ingat ya, ini cuma tulisan nyata dan bukan untuk dicemooh. Ya pasti setiap pembaca itu beda-beda dan pastinya yang dibutuhkan adalah respon yang baik-baik dan yang bernilai positif aja ya.

Yang namanya NAMA pasti mengandung makna dari orang tua buat anaknya. Pasti pembaca pernah dengar kan, MITOS: Klo namanya kepanjangan, pasti pemilik nama panjang tersebut bakalan sakit-sakitan hidupnya. Ahh masa sih? Ya percaya gak percaya, semua itu tergantung pada diri masing-masing ya. Gak ada yang memaksakan kehendak orang dalam memberikan nama kepada anaknya yang baru lahir.

Langsung saja pada topiknya, brayyy....

Aku terlahir sebagai anak pertama di keluargaku. Aku adalah anak perempuan yang dilahirkan sebagai kado Hari Ibu untuk Mamahku, tepat pada tanggal 22 Desember 199x [disensor tahunnya] di Surabaya. Kebetulan waktu itu Papah ada proyek di Surabaya, ya berojol sekalian disana. Wwkwkk...

Nah, inspirasi pemberian namaku untukku itu banyak banget, sampai yang bukan saudara juga ikut ngasih nama. Diberilah aku nama lengkap, Dessy Fauzica Fristha Towerina Toyibin Andika Adylan. Astaghfirullahal'adzim!!! 7 nama sudah jadi satu menjadi nama lengkapku. Panjang banget??? Kebanyakan orang berpendapat namaku ini panjangnya ngalahin kereta api yang berangkat dari Sabang sampai Merauke (emang ada rute perjalanan KAI sepanjang itu?)

Awal kisah dari Mamahku yang sangat menyukai keunikan nama. Dari awal dia udah berencana klo punya anak harus punya nama lengkap yang panjang. Sebagai percobaan pertama cara itu diterapkan dalam pemberian namaku. Selaim itu, Mamahku selalu meminta pendapat orang lain untuk mengapresiasikan nama mereka yang menjadi kesaksian kelahiran anaknya pada nama anaknya juga. contoh: nama Bidannya siapa, nama Omnya siapa, nama yang nolongin lahiran siapa (biasanya tetangga rumah), dll. Aku kadang lucu, senang bahkan pernah risih sama nama lengkapku sendiri. Aku tahu nama lengkap temanku paling cuma 2-3 nama aja, aku nama se-RT dibawa semua. Tapi, usut punya usut, namaku ini mengandung makna yang unik-unik. Mamahku kreatif banget,

ARTI NAMA

  • Dessy: Diadaptasi dari bulan kelahiranku yaitu Desember.
  • Fauzica: Bidan yang menolong Mamahku melahirkan bernama lengkap Sri Puji Hastuti. Beliau biasa dipanggil Ibu Bidan Puji. Awalnya mau dikasih nama Puji, tapi Mamahku memilih mengambil nama anak lelaki bidan tersebut yang bernama Fauzi. Nah, jadi deh dinamakan Fauzi, yang dalam bahasa islam artinya kebahagiaan. Kenapa jadi Fauzica? Fauzica adalah kombinasi Fauzi+Eka (pertama) yang klo diartikan menjadi kebahagiaan pertama. Ada juga yang mengartikan kebahagiaan perempuan karena Fauzica terdengar seperti nama perempuan.
  • Fristha: Diadaptasi dari bahasa Inggris First yang artinya pertama. Nama ini diusulkan oleh adik lelaki Papahku.
  • Towerina: Diadaptasi dari menara pemancar sinyal TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) di Surabaya. Proyek pembangunannya dipimpin oleh Papahku langsung. Salah satu anak buahnya menyarankan nama Tower menjadi namaku. Awalnya terkesan aneh, tapi Mamahku memvariasi nama tersebut menjadi Towerina yang diartikan sebagai menara wanita. Selang beberapa minggu, anak buah Papahku itu meninggal dunia karena kecelakaan.
  • Toyibin: Diambil dari nama belakang Papahku.
  • Andika: Kepanjangan dari ANak DIyah dan KAlim atau anak kedua orang tuaku.
  • Adylan: Divariasikan dari kata Adil. Supaya aku menjadi anak yang adil.

Namun, ada suatu masalah saat orang tuaku mau membuat akta kelahiran. Banyak komplain-komplain berdatangan dan mengusulkan untuk memotong nama lengkapku yang terlalu panjang. Mamahku sempat kecewa dan ngambek. Alhasil, diputuskanlah namaku menjadi 4 nama saja. Yang awalnya Dessy Fauzica Fristha Towerina Toyibin Andika Adylan menjadi Dessy Fauzica Fristha Towerina saja. Walau begitu tetap saja nama lengkapku masih tergolong panjang banget.

Dan sampai kelahiran anak keempat, namanya mulai surut menjadi 3 nama saja. Tapi tetap panjang. Hehehe...

Tidak ada yang salah dalam pemberian nama. Karena setiap nama adalah harapan, doa-doa baik orang tua kepada anaknya. Tidak menjadi masalah juga mau namanya pendek atau panjang sekalipun, karena nama adalah untuk diri kita juga supaya berbeda dari yang lain.

Cukup sampai disini aja penjelasanku tentang arti namaku. Semoga teman-teman dan pembaca juga paham ya. Jangan mencemooh orang dari nama apalagi dari luarnya saja. OK!!!


Silahkan tulis nama lengkap kalian beserta artinya masing-masing di kolom komentar ya! Terima kasih.

Gue adalah ....

DJ Frizt. Seorang mahasiswi jurusan Sastra Bahasa Inggris (Bidang Minat Penerjemah) di Universitas Terbuka Indonesia Pokjar Johor-Malaysia. Penyuka warna biru. Suka bereksperimen dalam bidang masak. Hobi menyanyi, menari. Membuat karya tulis (semenjak SD). Peserta pidato dan debat bahasa Inggris waktu SMK. Tegas, penyayang, pengalah. Memiliki ciri khas eye smile. Banyak orang yang menyukai susunan giginya yang rapih dan kedua matanya yang cantik. Tinggi badan sedang dengan berat badan yang tidak seimbang, Wwkwkwk....
Sosok cewek yang ramah, humble, supel, humoris, cerewet, baik hati dan suka menolong (kayak Cinderella dong!)
Selalu berlatih menjadi wanita yang sesungguhnya agar bisa menjadi contoh bagi kedua adik perempuannya.

Kerja dan Kuliah [PART 1]

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai pembaca, salam kenal. Namaku Fristha. Ini  adalah blog pertamaku dan tulisan blog pertamaku juga. Sebenarnya udah lama banget kepengin nulis di blog, tapi belum nemu ide nulis yang pas buat diposting dan bisa jadi bacaan yang bermanfaat buat kalian.

Emm... aku ada ide mau kasih tahu kalian jalan ceritaku selama menjalani kerja sambil kuliah. Dibolak-balik mungkin sama aja. Tapi bagi aku pengertiannya lain. Tujuan pertamaku setelah lulus SMK adalah kuliah. tapi kartena terkendala biaya dan Mamahku adalah orang tua tunggal, mengharuskan aku untuk merantau ke negeri jiran Malaysia. Aku bukan menjadi seorang pembantu rumah tangga, melainkan menjadi buruh kontrak di sebuah pabrik elektronik Jepang yang berdiri di Malaysia. Beuuhhh.... tempatnya strategis banget. Dekat sama asrama dan sebuah universitas ternama yaitu UTHM dan Sekolah Tinggi Mara-Malaysia. Awalnya aku mau nyiba daftar di UTHM. Tapi gak jadi karena ada persyaratan yang gak bisa aku penuhi. Belum lagi pembagian waktu yang susah. Jadi, singkat cerita ya, ada senior aku nawarin kuliah di UT-Johor. UT [Universitas Terbuka] adalah Universitas Negeri khusus mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia. Jadi, kita tuh dipermudah bisa melanjutkan pendidikan tunggi disana. Apalagi sistem pembelajarannya yang efektif dan efisien karen menggunakan sistem kuliah online. Dimanapun, kapanpun, kita bisa belajar atau bergabung dalam kelas online.

Kuliahnya setiap hari Minggu. Loh? kok hari Minggu? Minggu kan buat liburan sambil jalan-jalan? kenapa buat sekolah? Kita mengikuti peraturan Pemerintah daerah Johor yang menjadikan hari Jum'at dan Sabtu sebagai hari libur mereka {Jadi, di setiap negri/provisnsi di Malaysia punya hari libur sendiri-sendiri dan berbeda]. Dan sebagian besar pabrik di daerah Johor memiliki hari off rata-rata di hari Minggunya, Ya jadwal kuliah hanya setiap hari Minggu aja.

Untuk pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan 2x dalam sebulan. Klo yang tempat tinggal/asramanya jauh kayak aku [aku tinggal di Batu Pahat, jarak 2,5 jam ke UT] H-1 menginap di tempat ujian. Dan biasanya dijadikan panitia UAS. Kenapa harus menginap? karena UAS dilaksanakan mengikuti jam UAS di Indonesia. Sedangkan transportasi di Malaysia aktifnya mulai jam 8 pagi. Itulah mengapa banyak mahasiswa yang jauh harus menginap 1 malam sebelum UAS di kampus.

Awalnya lancar-lancar aja selama menjalani kuliah sambil kerja. Ada keseruan dan kesusahannya sendiri pastinya. Keseruannya adalah berasa sekolah kayak di negara sendiri. Semua mahasiswanya adalah warga negara Indonesia. Semua suku, agama dan budaya yang ada di Indonesia ada semua di kampus. Senang, bahagia dan menjadi satu keluarga. Kesusahannya karena mengatur waktu antara jam kerja dan mau berangkat kuliah. Klo senior kita lagi baik, kita diperbolehkan ijin gak masuk kerja setiap hari Minggu. Tapi, klo kerjaan kita gak ada yang bisa menggantikan wah susahnya minta ampun untuk bisa berangkat kuliah. Selain karena masalah ijin cuti kerja, ada pada saat pulang kerja shift malam, paginya harus kuliah. Tidur udah cuma bisa 2 jam perhari. Apalagi klo malamnya masih harus kerja [biasanya karena gak bisa dapat cuti] jadi kurang tidur, sakit kepala bejibun deh.

Tapi semuanya itu harus dibawa asyik dana jangan menjadi bosan. Sudah menjadi rutinitas wajib bagi yang kerja sambil kuliah. Sampai malas masak dan kebanyakan tidur. Bisa tidur adalah kesempatan Emas bagiku.

Sampai suatu ketika ku temui seseorang, seseorang, dan ....

Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa ikuti bloggerku ya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.